Minggu, 25 Desember 2011

1. Saya pernah ngobrol2 dengan teman masalah hubungan suami istri. Salah satu teman saya membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa ”perempuan lebih dapat merasakan kenikmatan hubungan seks dengan menggunakan alat seks (vibrator)”. Pertanyaan kami adalah bagaimana hukumnya? dan bagaimana hukumnya perempuan masturbasi tetapi dengan suaminya?
2. Mohon dijelaskan, suami saya pergi kerja ke negri jiran dan pulangnya setahun sekali tapi kami sepakat tetap menjalin kasih meski berpisah agak lama, maka suami saya mengusulkan kepada saya agar tidak kesepian (ingin melakukan hub. suami istri) dan tidak ada di antara kita yang selingkuh, suami membelikan saya vibrator (alat seks) yang bisa saya gunakan sewaktu-waktu, bagaimana hukumnya menggunakan vibrator tsb.? apakah hal itu boleh disebut zina dan apakah hukumnya? mohon penjelasannya.

JAWABAN :
Masturbasi atau onani hukumnya haram bagi laki-laki maupun perempuan, baik dengan alat (vibrator) seperti dalam pertanyaan atau dengan lainnya. Kecuali jika masturbasi/onani tersebut dilakukan oleh suami dengan tangan istrinya atau sebaliknya maka hukumnya halal selama bukan untuk memecah selaput keperawanan. Jika dilakukan suami untuk memecah selaput dara istri maka hukumnya haram baik dengan jari suami atau benda lainnya.

الصاوي على شرح تفسير الجلالين / 3 / 112

(قوله: كالإستمناء باليد) اي فهو حرام عند مالك والشافعي وابي حنيفة فقال احمد بن حنبل يجوز بشروط ثلاثة ان يخاف الزنا والا يجد مهر حرة او ثمن امة وان يفعله بيده لا بيد اجنبي او اجنبية

إعانة الطالبين – (ج 3 / ص 388)

(قوله: أو استمناء بيدها) أي ولو باستمناء بيدها فإنه جائز.وقوله لا بيده: أي لا يجوز الاستمناء بيده، أي ولا بيد غيره غير حليلته، ففي بعض الاحاديث لعن الله من نكح يده. وإن الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم وقوله وإن خاف الزنا: غاية لقوله لا بيده، أي لا يجوز بيده وإن خاف الزنا. وقوله خلافا لاحمد: أي فإنه أجازه بيده بشرط خوف الزنا وبشرط فقد مهر حرة وثمن أمة (قوله: ولا افتضاض بأصبع) ظاهر صنيعه أنه معطوف على قوله لا بيده، وهو لا يصح: إذ يصير التقدير ولا يجوز استمناء بافتضاض، ولا معنى له. فيتعين جعله فاعلا لفعل مقدر: أي ولا يجوز افتضاض: أي إزالة البكارة بأصبعه. وفي البجيرمي ما نصه: قال سم ولا يجوز إزالة بكارتها بأصبعه أو نحوها، إذ لو جاز ذلك لم يكن عجزه عن إزالتها مثبتا للخيار لقدرته على إزالتها بذلك

Onani ini yang disebut oleh sebagian orang “kebiasaan tersembunyi” dan disebut pula “jildu ‘umairah” dan “istimna” (onani) yang dilakukan laki-laki atau masturbasi yang dilakukan wanita. Jumhur ulama mengharamkannya, dan inilah yang benar, sebab Allah SWT ketika menyebutkan orang-orang Mukmin dan sifat-sifatnya berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ .فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba-hamba yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di sebalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mukminun: 5-7).

Al-’adiy artinya orang yang zhalim yang melanggar peraturan-peraturan Allah.
Di dalam ayat di atas Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang tidak bersetubuh dengan isterinya dan melakukan onani, maka berarti dia telah melampaui batas; dan tidak syak lagi bahwa onani itu melanggar batasan Allah, dan dalam ayat di atas khitabnya memang kepada laki-laki karena laki-laki lebih tidak kuat menahan syahwatnya daripada wanita, akan tetapi bisa diqiaskan juga keharaman dalam ayat tersebut juga berlaku pada wanita dengan cara masturbasi

Maka dari itu, para ulama mengambil kesimpulan daripada ayat di atas, bahwa kebiasaan tersembunyi (onani) atau masturbasi itu haram hukumnya. Kebiasaan rahasia itu adalah mengeluarkan sperma dengan tangan di saat syahwat bergejolak bagi laki-laki dan mengambil kepuasaan bagi wanita. Perbuatan ini tidak boleh dia lakukan, ini karena ia mengandung banyak bahaya sebagaimana dijelaskan oleh para doktor kesehatan. Bahkan ada sebagian ulama yang menulis kitab tentang masalah ini, di dalamnya dikumpulkan bahaya-bahaya kebiasaan buruk tersebut.

Kewajiban anda, wahai orang yang bertanya, adalah mewaspadainya dan menjauhi kebiasaan buruk itu karena sangat banyak mengandung bahaya yang sudah tidak diragukan lagi, dan juga karena bertentangan dengan makna yang jelas dari ayat al-Qur’an dan menyalahi apa yang dihalalkan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. Maka dia wajib segera meninggalkan dan mewaspadainya. Dan bagi siapa saja yang dorongan syahwatnya terasa makin dahsyat dan merasa khuatir terhadap dirinya (perbuatan yang tercela) hendaklah segera menikah, dan jika belum mampu hendaklah berpuasa, sebagaimana arahan Rasulullah SAW,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera bernikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Di dalam hadits ini baginda SAW tidak mengatakan: “Barangsiapa yang belum mampu, maka lakukanlah onani, atau hendaklah dia mengeluarkan spermanya”, akan tetapi baginda SAW mengatakan: “Dan barangsiapa yang belum mampu hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.”

Pada hadits tadi Rasulullah SAW menyebutkan dua hal, iaitu:

Pertama, Segera bernikah bagi yang mampu.
Kedua, Meredakan nafsu syahwat dengan melakukan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, karena puasa itu dapat melemahkan godaan dan bisikan syaitan.

Maka hendaklah anda beretika dengan etika agama dan bersungguh-sungguh di dalam berupaya memelihara kehormatan diri anda dengan nikah syar’i sekalipun harus dengan berhutang atau meminjam . Insya Allah, Dia akan memberimu kecukupan untuk melunasinya. Menikah itu merupakan amal shalih dan orang yang bernikah pasti mendapat pertolongan, sebagaimana Rasulullah tegaskan di dalam haditsnya,

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: الْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ اْلأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْعَفَافَ وَالْمُجَاهِدُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.

“Ada tiga orang yang pasti (berhak) mendapat pertolongan Allah SWT: al-mukatab (hamba yang berupaya memerdekakan diri) yang hendak menunaikan tebusan dirinya, Lelaki yang menikah karena ingin menjaga kesucian dan kehormatan dirinya, dan mujahid (pejuang) di jalan Allah.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).
Dari penjelasan di atas, meskipun ayat dan hadits itu khitabnya tertuju pada laki-laki akan tetapi secara hukum bisa diqiaskan kepada wanita, jadi usulan suami anda tersebut suatu hal yang tidak benar dan haram hukumnya.

Akan tetapi kalau kita melihat pendapat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab Tafsir Showiy alal Jalalain di sana disebutkan:
فقال احمد بن حنبل يجوز بشروط ثلاثة ان يخاف الزنا والا يجد مهر حرة او ثمن امة وان يفعله بيده لا بيد اجنبي او اجنبية
" Imam ahmad bin Hambal berkata diperbolehkan onani/masturbasi dengan tiga syarat: 1). apabila khawatir zina. 2). Tidak menemukan/mempunyai mahar untuk wanita merdeka atau harga seorang amat (budak perempuan) (ini karena kebiasaan/adat orang Timur Tengah mahar untuk wanita merdeka itu besar, pen) 3). dia melakukan dengan tangannya sendiri tidak dengan tangan laki-laki lain atau wanita lain.
Posted by Uswah On 10:29 AM 27 comments

27 komentar:

  1. kl masturbasi hukumnya haram emang benar. tapi masturbasi juga boleh di lakukan, misalakan orang udah gk kuat untuk menahan birahi yg begitu membara. maka di perbolehkan tapi tetap dosa, dosa tersebut tdk termasuk dosa besar. di banding melakukan perzinahan yg dosanya 72 thn amal ibadahnya tdk di terima.
    pelajran ini saya dapat di ponpes jawa timur dan nara sumbernya abah zainal abidin alamarhum alumni dari lirboyo. kl ada yg salah mohon maaaf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada yang rancu.. mohon maaf dari segi redaksi saja.. "hukumnya haram benar tapi boleh dilakukan tapi tetap dosa".. dalam sebuah ayat dikatakan bahwa innallah laa ya'muru bil fahsya' (sesungguhnya Allah tidak memerintahkan seseorang untuk berbuat dosa).. sedangkan hubungan seks menyimpang ataupun zina adalah kategori fahsya'

      toh nabi sudah memberikan solusi 'selamat' dunia akhirat, yaitu menikah, atau berpuasa sperti dlm hadis Nabi “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera bernikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.” (Muttafaq ‘Alaih)

      Hapus
  2. bagaimana dengan perempuan yang sudah tidak mampu menahan tetapi belum ada yang menikahi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdoa yang banyak agar segera diberikan jodoh oleh Allah

      Hapus
  3. Wah ba sudah kebelet ya......

    BalasHapus
  4. Kalau sering2 masturbasi sampai 5 tahun lebih itu bagaimana...?/
    apa bisa menyeeebabkan kemandulan...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kami bukan ahli kedokteran, maaf tidak bisa membantu menjawab peretanyaan.. artikel ini khusus membahas tentang hukum fiqhnya saja..

      Hapus
  5. Nyuon sewu klw bleh nanyak, bleh ngk mencium istri di waktu haed secara hukum islam gmn? hukumnya tu sunnah makruh atau haram?

    BalasHapus
    Balasan
    1. rosulullah mencium bibir aisyah sewaktu aisyah sedang haid, diperbolehkan bersenang senang (bercumbu) dgn istri kecuali di bagian bawah pusar (senggama)..

      Hapus
  6. Nyuon sewu klw bleh nanyak, bleh ngk mencium istri dlam keadaan haed secara hukum islam gmn? Apa hukumny sunnah makruh atau haram?

    BalasHapus
  7. maaf kalau sering melakukan tp sebelum nya tidak tau hukum nya gimana?

    BalasHapus
  8. maaf mau tanya,kalau sering melakukan,tp lom tau hukum nya terus gmna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. perbanyak istighfar untuk dosa2 yang telah lalu, jika sekarang sudah tau hukumnya, maka melakukannya adalah dosa..

      Hapus
  9. Sy mw tanya,sekarang ini kan pacaran marak dimana2,seakan2 dihalalkan saja padahl yg lbh mulia ada yaitu ta'aruf,pertanyaan sy apakah sepasang kekasih yg pernah pacaran sampai mereka melakukan zina terus mereka bertaubat...apakah mereka harus menikah setelah bertaubat mski wanita itu tidak hamil atau harus bagaimana?,trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak harus, bahkan jika wanita sudah hamil dari hasil zina maka tidak boleh dinikahkan, jikalau terlanjur dinikahkan pernikahannya tetap sah tapi hukumnya makruh, silahkan buka artikel kami tentang hukum menikahi wanita yang sedang hamil.. jika kedua pasang kekasih yang sudah taubat tadi masih saling suka maka lebih baik menikah agar tidak tergoda lagi untuk berbuat zina

      Hapus
  10. Yg jelasnya onani/ masturbasi itu haram...... makanya cr cara buat selalu dekat dengan pasangannya......

    BalasHapus
  11. bagaimana dengan wanita yang suaminya karena kondisi medis tidak dapat memenuhi ha seorang istri? apakah masturbasi tetap tidak diperbolehkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menurut pendapat Imam Hanbal boleh, asal dengan tangannya sendiri, bukan dengan bantuan alat lain atau tangan laki2 lain

      Hapus
  12. saya mau nanya klo selesai masturbasi qta ingin shlat fardhu apakah qt hrz manndi hadas besar atau gimna ? trz apa efek dari masturbasi tersebut pada diri qt? bagaimana cara qta tdk melakukan masturbasi tersebut ?

    BalasHapus
  13. maaf saya mau tanya stelah mlakukan masturbasi qta ingin mlaksanakn shalat fardhu apakah qta harz malakukan madi hadast besar atau gak ?

    BalasHapus
  14. Bgmn dg wanita sdh menikah ketika haid tdk bisa menahan hasrat. Apa diperbolehkan masturbasi?

    BalasHapus
  15. Jika seorang wanita sdh menikah sdg haid tp tdk bs menahan hasrat. Apa solusinya? Jika lakukan masturbasi gmn?

    BalasHapus
  16. Jika wanita sdh menikah sdg haid tp tdk bs menahan hasrat lalu masturbasi. Gmn hukumnya? Ada solusi lain utk salurkan hasrat saat haid?

    BalasHapus
  17. Jika wanita sdh menikah sdg haid tp tdk bs menahan hasrat lalu masturbasi. Gmn hukumnya? Ada solusi lain utk salurkan hasrat saat haid?

    BalasHapus
  18. Bagaimana jika suami pergi kerja di luar negeri sedangkan sang istri tdk kuat menahan nafsu kemudian melakukan masturbasi dgn tangannya sendiri dia merasakan kenikmatan demi menjaga agar tidak selingkuh ..
    Pertanyaan saya Apakah sang istri sdh berbuat dosa dan apakah wajib utk jinabad ?
    Pertanyaan saya yg kedua apakah ada jinabad tanpa mandi?
    Terima kasih

    BalasHapus
  19. Ass.. Sy bru sja membaca tulisan anda, alhamdulillah banyak manfaatnya.

    BalasHapus

Silahkan Ajukan Pertanyaan atau Tanggapan Anda, Insya Allah Segera Kami Balas

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Arsip Blog