Minggu, 25 Desember 2011

Urusan Jodoh itu ditangan Allah SWT, nah lalu bagaimana cara mengenali jodoh dalam islam. Tips ini berguna bagi anda yang sedang mencari jodoh,

Tanda jodoh dalam Islam itu adalah “3M”. Apa itu?

Siapa yang paling bisa Memaklumi, Memaafkan dan Memotivasi kita ke arah yang lebih baik dan mendorong kita juga untuk lebih giat beribadah kepada Allah. Insya Allah itu jodoh kita

Jadi kalau mau mencari jodoh, carilah yang bisa melakukan 3M diatas supaya hubungan cinta dapat langgeng dan tidak tercerai berai alias cerai. Jadi jodoh itu jangan berdasarkan nafsu (ganteng, kaya, dsb) tapi haruslah berdasarkan Islam (kuat aqidahnya, rajin ibadah dan indah akhlaknya).

Menikah adalah menjalankan sunnah Nabi, sesuai dengan fitrah manusia. Hikmah yang dapat diambil kalau sunnah Nabi ini dijalankan adalah munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan akan tumbuhlah kecintaan, kasih sayang, dan kesatuan antara pasangan suami isteri. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berkesinambungan.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:30).

Menikah bisa menjadi wajib, sunnah, haram, makruh atau mubah. Wajib bagi orang yang sudah mampu kawin, nafsunya telah mendesak dan takut terjerumus dalam perzinahan. Sunnah bagi orang yang nafsunya telah mendesak lagi mampu kawin, tetapi masih dapat menahan dirinya dari berbuat zina. Dan menikah baginya lebih utama. Haram bagi seseorang yang tidak mampu memenuhi nafkah batin dan lahirnya kepada isteri dan bisa menahan nafsunya. Makruh bagi mereka yang lemah syahwat, dan mubah bagi yang tidak terdesak oleh alasan-alasan yang mengharamkan, mewajibkan, menyunahkan dan memakruhkan (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah jilid 7)

Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada kita tentang wanita seperti apa yang harus dipilih:

“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab, kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih wanita yang beragama, kamu akan merugi (bila tidak memilihnya).” (HR. Bukhari)

Wanita, yang memiliki empat-empatnya memang langka. Tapi diakhir hadits tersebut ditekankan pada yang agamanya baik. Karena wanita yang shalihah Insya Allah akan dapat menjadi isteri dan ibu yang baik buat anak-anaknya. Untuk mendapatkan wanita shalihah di jaman seperti sekarang ini memang gampang-gampang susah. Rasa-rasanya jauh lebih banyak yang tidak/belum shalihah. Yang jelas, wanita shalihah tidak akan mungkin didapat di jalanan, di tempat-tempat hiburan, atau di tempat maksiat. Mereka biasanya akan mudah ditemui di masjid-masjid, mushala, pengajian-pengajian atau di tempat-tempat yang di dalamnya sarat dengan aktivitas keIslaman. Karena Islam tidak mengenal pacaran, maka untuk mendapatkan calon isteri adik bisa minta bantuan teman, orang tua, atau orang yang dapat dipercaya. Kalau benar-benar dia wanita shalihah Insya Allah akan memahami cara yang adik lakukan. Satu hal yang harus selalu diingat bahwa jodoh seseorang Allah yang mengatur. Kalau selama ini usaha yang adik sudah lakukan belum mendapatkan hasil jangan putus asa, teruslah mencoba dan berdoalah agar diberikan jodoh yang terbaik.

Dalam pernikahan ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah kerelaan calon isteri. Wajib bagi wali untuk menanyai terlebih dahulu kepada calon isteri, dan mengetahui kerelaannya sebelum diaqad nikahkan. Perkawinan merupakan pergaulan abadi antara suami isteri. Kelanggengan, keserasian, persahabatan tidaklah akan terwujud apabila kerelaan pihak calon isteri belum diketahui. Islam melarang menikahkan dengan paksa, baik gadis atau janda dengan pria yang tidak disenanginya. Akad nikah tanpa kerelaan wanita tidaklah sah. Ia berhak menuntut dibatalkannya perkawinan yang dilakukan oleh walinya dengan paksa tersebut (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah jilid 7).

“Janda lebih berhak kepada dirinya sendiri (memberikan keputusan tentang pernikahan) dari pada walinya. Dan gadis hendaknya dimintai izinnya dalam perkara dirinya. Dan izinnya adalah diamnya”. (H.R. Jama’ah, kecuali Bukhari)

Allah swt berfirman dalam QS : Ar Ruum : 21
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Sudah menjadi sunatullah bahwa Allah menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan dan semua manusia pasti ada jodohnya tergantung ikhtiar dari manusia itu sendiri ataupun takdir Allah. Karena setiap takdir itu ada yang mutlak (sudah menjadi ketentuan Allah), kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dan satu lagi adalah takdir ikhtiari yaitu takdir yang memang bisa diperoleh dengan jalan ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh

Ikhtiar yang bisa dilakukan oleh seorang Muslimah dalam mencari jodoh :

1. Berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik, misalnya dengan shalat hajat. Allah telah berjanji dalam firmannya bahwa Muslim yang baik akan mendapatkan Muslimah yang baik dan laki-laki yang buruk akan mendapatkan wanita yang buruk pula, maka tugas seorang muslimah adalah berusaha untuk menjadi Muslimah yang baik, berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…..(QS : An Nuur : 26)

2. Meminta kepada orang tua/wali untuk dicarikan jodoh yang baik. Dalam Islam sebenarnya masalah jodoh bagi muslimah bukanlah menjadi tanggung jawab diri sendiri tetapi menjadi tanggung jawab orang tua ataupun wali.

Bahkan pada masa Rasulullah saw, pemerintah bertanggungjawab untuk mencarikan jodoh bagi muslim dan muslimah pada masanya. Sehingga seorang muslimah tidak perlu mencari sendiri jodoh untuk dirinya. Pendekatan/khalwat yang dilakukan sebelum ikatan pernikahan dengan alasan untuk saling mengenal antara keduanya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bahkan pendekatan ini tidak selalu menjamin menjadi rumah tangga yang langgeng karena biasanya pendekatan yang dilakukan sebelum pernikahan lebih mengedepankan sisi subjektivitas antara keduanya.

3. Melalui mediator misalnya teman, saudara atau orang lain yang dapat dipercaya. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. …(An Nuur : 32-33)

4. Mencari sendiri dengan syarat tidak boleh langsung tetapi bersama pihak ketiga, Rasulullah saw. pernah memberikan kriteria untuk menentukan pilihan pasangan hidup bagi seorang muslim/ah yang apabila dilaksanakan insya Allah rumah tangga Sakinah mawaadah warahmah akan dirasakan, Amin…

"Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas". (HR. Tirmidzi dan Ahmad) à untuk muslimah

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim) à untuk muslim

5. Jangan putus asa…. Jodoh adalah masalah ghoib yang menjadi rahasia Allah, sebagai manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa. Bagi muslimah yang belum mendapatkan jodoh jangan berputus asa, tetaplah berikhtiar dan berdoa. Sudah menjadi janji Allah bahwa semua makhluknya akan berpasang-pasangan. Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat untuk jodoh kita masing-masing.

Sebagai tambahan penjelasan masalah jodoh menurut pandangan Islam sbb.,

Untuk persoalan jodoh, setiap orang hendaknya bersungguh-sungguh, baik laki-laki maupun perempuan harus proaktif dan selektif. Tidak ada dikotomi bahwa laki-laki harus mencari dan perempuan harus menunggu (ikhtiar), namun tidak keluar dari norma dan syariat.

Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan yang ‘menawarkan’ dirinya pada Rasulullah, dan Rasul-pun tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang hina atau tabu. Hanya saja, kini kita berada pada budaya yang masyarakatnya masih memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak etis, sehingga perempuan-perempuan Indonesia untuk persoalan jodoh lebih banyak berperan menunggu dibandingkan ‘mencari’.

Agar pernikahan bersemi dengan indah, maka dalam memilih jodoh hendaknya kita sangat mengutamakan ajaran Islam, seperti yang dipesankan Rasulullah SAW. “..lihatlah agamanya maka kalian akan mendapatkan semuanya…”. Dengan memiliki pasangan yang agamanya baik dan benar, maka rumah tangga kita akan menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah.

Akan tetapi harus diingat apabila ada seorang perempuan menawarkan dirinya secara terang-terangan, hal itu merupakan sikap yang kurang ahsan (etis).

“Penawaran itu sah-sah saja, manakala tidak secara langsung, misalnya lewat perantara pihak ketiga. Biar bagaimanapun kita berada pada masyarakat timur yang masih sangat memegang adat dan etika,”.

Jodoh, memang merupakan misteri kehidupan, karena untuk hal yang satu ini terkadang membuat seseorang sangat bimbang dalam menentukan keputusannya. Jangankan untuk menerima seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak, dalam persoalan menerima tawaran ta’aruf saja terkadang masih terlalu banyak ‘kriteria’ yang dipakai.

Sampai-sampai kriteria yang dipasangpun sudah tidak memenuhi kriteria syar’i lagi, seperti : harus yang ‘smart’, tinggi, putih, cantik, ganteng, kaya, sarjana, dan lainnya. Tidak salah memang untuk memasang kriteria seperti itu, hanya saja menurut beliau hendaknya kita tidak mempersulit diri untuk persoalan ini.
Persoalan fisik adalah titipan dari Allah SWT, saya meminjam istilah Aa Gym, kita tidak pesan sama Allah waktu mau dilahirkan! biar hitam asal hatinya putih, biar pendek asal akhlaknya tinggi, biar kurang ganteng asal taqwa, biar kurang cantik tapi sholehah.

Proses untuk memperoleh jodoh yang baik juga menjadi ukuran. Menurut Islam, “laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula) (QS. An Nuur (24): 26). Bisa diartikan bahwa jika kita seorang laki-laki yang baik maka kita akan mendapatkan istri yang baik demikian sebaliknya. Inginkah kita dipandang sebagai seseorang yang baik dalam pandangan Islam?

Jika demikian, mulailah dari sekarang untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. “Mendapatkan pasangan yang baik dapat diukur dengan niat kita untuk berumah tangga. Maksud saya, kita harus benar-benar dalam kondisi keimanan yang prima saat ingin melaksanakan pernikahan dan ukurannya adalah niat berumah tangganya. Jangan sekali-kali berniat menikah saat niatnya belum lurus. Hal itu akan mempengaruhi hasil dari pasangan yang akan kita dapatkan.

Saat niat dan kondisi keimanan sudah prima maka silahkan berencana untuk menikah. Mulailah dari sekarang untuk menyusun strategi dan taktik agar mendapatkan pasangan yang sesuai dengan idealisme. Strategi dan taktik ini merupakan bagian dari proses yang harus dijalani secara Islami. Salah satu proses itu adalah ta’aruf (perkenalan), dalam proses ini harus dijalani secara ma’ruf. Agar proses ta’aruf menjadi ma’ruf, maka diperlukan kesabaran yang cukup.

Ta’aruf (perkenalan) terkadang tidak menjadi jaminan kita akan langsung dapat menikah. Sekali gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi, demikian hingga akhirnya kita mendapatkan pasangan yang sebenarnya yang bersamanya kita dapat membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Jangan sia-siakan pernikahan, sungguh-sungguhlah dalam menggapainya. Hmm, seandainya di dunia ini ada syurga, syurga itu adalah pernikahan yang bahagia”. Rasulullah SAW pun berkata ‘Baiti Jannati”, rumahku syurgaku. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif. Tiap orang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Namun saya yakin kebahagiaan yang hakiki dapat kita peroleh hanya dengan jalan-Nya.

Ingin memiliki rumah tangga yang bisa kita jadikan syurga kita didunia??? Ikutilah petunjuk Rasul. Lihat agamanya niscaya kalian akan mendapatkan semuanya”.
Posted by Uswah On 10:19 AM 35 comments

35 komentar:

  1. Assalamualaikum...

    Waahh,, postingan yang bagus. Terima kasih :)

    Wassalamualaikum ..

    BalasHapus
  2. Postingannya bagus mas, tapi saya masih bimbang tentang apa yang akan saya mau pilih coz dia tidak cantik tapi agamanya bagus.

    sebaiknya bagaimana?
    Apakah bila aku memilih dia rezeki dan rumah taggaku akan baik?
    Makasih ya . .

    BalasHapus
  3. mbak hesti : terima kasih kunjungannya mba hesti.. :)

    mas wisa : kalo sudah cinta, maka apalah arti rupa? :) mantapkan hati dulu.. kecantikan fisik juga diperlukan utk keturunan dgn fisik yg cantik pula, namun cantik agamanya akan membawa pada cantik wajahnya, minimal menyejukkan ketika memandang cantik akhlaknya :)

    BalasHapus
  4. saya bingung, ada 2 pria yg mencintai sy dan berharap bisa hdup bersama sy. keduanya sgt baik n agamanya bgus. slh satunya adalah pacar sy. kami sudah lama berhubungan. maaf, sy tau pacaran tidak ada dlm islam. sy salah. namun, sy bingung. datang pria 2, agama nya lebih baik dan anak berbakti. akademi pun lebih baik dr pcr sy. dan cukup umur. dy siap menikahi sy. dia jg tidak setuju dg pcran. sy senang dia memilih sy. tp sy merasa sy tidak pantas mendapatkannya. seperti yg disinggung, muslim baik mendapatkan muslimah baik. sy merasa tidak cukup pantas untuk sebutan muslimah baik. dan, sy benar2 tidak kuasa untuk menyakiti pacar sy. slma pacaran, dy sgt baik n perhatian. hatinya benar2 tulus. sy sgt mengenalny. n dia menghormati kehormatan sy. sy merasa nyaman. ap yg harus sy lakukan dalam pandangan islam? trimakasih.

    BalasHapus
  5. saya bingung, ada 2 pria yg mencintai sy dan berharap bisa hdup bersama sy. keduanya sgt baik n agamanya bgus. slh satunya adalah pacar sy. kami sudah lama berhubungan. maaf, sy tau pacaran tidak ada dlm islam. sy salah. namun, sy bingung. datang pria 2, agama nya lebih baik dan anak berbakti. akademi pun lebih baik dr pcr sy. dan cukup umur. dy siap menikahi sy. dia jg tidak setuju dg pcran. sy senang dia memilih sy. tp sy merasa sy tidak pantas mendapatkannya. seperti yg disinggung, muslim baik mendapatkan muslimah baik. sy merasa tidak cukup pantas untuk sebutan muslimah baik. dan, sy benar2 tidak kuasa untuk menyakiti pacar sy. slma pacaran, dy sgt baik n perhatian. hatinya benar2 tulus. sy sgt mengenalny. n dia menghormati kehormatan sy. sy merasa nyaman. ap yg harus sy lakukan dalam pandangan islam? trimakasih.

    BalasHapus
  6. mbak nana: keyakinan itu tidak akan bisa diruntuhkan dgn keragu-raguan... kalau mbak nana sudah yakin kpd pria yg kedua, ada baiknya diselesaikan dulu urusan dgn pacar mbak nana, pacar mbak nana harus ikhlas jika mbak nana ingin mbak nana ingin menikah dgn lelaki yg kedua yg diyakini kebaikan akhlaknya, perbanyak solat hajat mohon supaya urusan perjodohan segera diberikan solusinya oleh Allah..

    maksud dari ayat tersebut "org baik utk org baik", adalah urusan masa depan, yang mana keduanya memiliki iktikad kuat memperbaiki kehidupan dan sama2 ikhlas utk membangun pernikahan yg sakinah mawaddah rahmah, dan memiliki keturan yg lebih baik dan berkualitas, dan itulah makna sekufu yg hakiki, bukan urusan pantas atau tidak pantas lebih baik atau lbh buruk, krn tidak ada manusia yg sempurna, maka tidak ada pula manusia yg lepas dr kesalahan, semoga bisa mencerahkan dan segera diberi kemudahan oleh Allah :)

    BalasHapus
  7. subhanallah... indah sekali postingya,,,,mas...

    mas saya mwu tanya saya sudah 2 th pcaran sm pcar saya,, dan kami berniat untuk menikah,, ttpi,, saya kurang yakin sama pacar saya,, karena saya merasa bhwa dy bkan lki" yg berakhlak baik.. bagaimana ya mas caranya untuk memutuskan dya tanpa harus menyakiti hatinya??? karena saya ingin menikah itu memang tulus karena ALLAH bkan NAFSU SEMATA,, bagymna ya mas saya bingung?? saya benar-benar perang batin,, krn sya sudah terlanjur sayang sma pacar saya..

    mohoon sulusinya mas.... :)

    BalasHapus
  8. Asalamualaikummm.....??

    baguuus mas.. postinganya ,,saya senang membacanya..

    BalasHapus
  9. putri: takaran akhlak kurang baik bagaimana menurut putri? memang cinta membuat orang buta, dan pernikahan yang membuka mata kita.. keputusan ada di tangan putri, konsultasikan dengan orang tua karena orang tua adalah penasihat terbaik :)

    BalasHapus
  10. assalamualaikum,saya sangt bingung memilih seorg pasangan hdup.ada dua org pria yg ingin serius dngn saya,yang satu seorang gru,saya mngenal nya saat saya berada di pondok pesantren modern dan dia sbgai ustad.dia sngt mngerti akan agama, bahkan dia sering mnasihati saya, dia anak yatim piatu dan hidup sendri.tapi saya kurang mncintai dia dngn tulus .cnta saya malah sllu berpihak pda pria yg satunya lagi dia seorg pria biasa mesipun dia tdk mngrti agama tapi dia punya keahlian dalam bekerja,dia sangat mngrti dengan keadaan dan kesehatan saya.bahkan saya sudah sangat dekat dengan keluarganya . saya sangt bingung memilih siapa diantara mereka yang terbaik.mohon solusinya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pilihan yang beragama itu adalah yg terbaik..kerna seorang laki-laki yg punya agama yg baik maka seluruh hidupnya akan ikut baik.

      Hapus
  11. assalamualaikum
    ada dua org pria yang ingin serius dngn sya pria yg prtma dia adalah seorg gru madrasah dan dia yatimpiatu hidupnya sllu sndiri. sya mngenalnya wktu sya mnjdi sntri d sebuah pondok pesntrn. dia mnjadi gru B.Arab, dia sangat mngrti agma sering mnasihati saya ktika saya mlakukn ksalahn dan mngajari banyak hal.Tapi saya tdk trllu syng dan mncntanya, saya malah lebh mnyayangi dan mncntai pria yng kdua dia org biasa tak mngrti agama lbih, tapi dia punya keahlian dlm bekrja. saya benar" bingung memilih kedua org tersebut.mohon solusinya ya mba

    BalasHapus
  12. assalamualaikum wr.wb.
    saya dulu sering berpacaran dan mengalami kegagalan bahkan saya sering sakit hati karna putus cinta atau karna lelaki yang bersama saya tak kunjung menikahi saya.Saat ini saya tidak lagi mau berpacaran karna saya takut untuk gagal.oleh sebab itu saya sekarang lebih banyak berdoa agar ALLAH segera mempertemukan saya dengan jodoh yg baik agar saya tak perlu lagi lama-lama pacaran tapi saya bisa segera menikah.Mbak apakah cara saya ini benar?adakah doa khusus agar ALLAH bisa segera mengabulkan doa saya agar bisa segera bertemu jodoh saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar dan ikhlas..perbanyakkan solat istikhorah..Allah itu Maha ngerti ap yg kita butuhi.cpt atau lambat itu dalam kuasaNYA..mgkin aje Allah pingin mbak mira,lebih dekat dan lbh banyak berdoa n mgkin Allah msh mau dgar doa n permintaab mbak padaNYA.sabar yang banyak mbak..mg Allah permudahkan mbak..ameeen,,

      Hapus
  13. assalamualikum..
    perkenalkan sy deni umur 30 th sudah bekerja dihotel tinggal dibandung..sy sdg mencari calon istri yg baik hatinya.insyaalloh yg mau taaruf bisa sms atau tlp 085720044905 pin bb 29d4af43.

    BalasHapus
  14. assalamualaikum
    perkenalkan nama sy deni umur 30 th sdh bekerja disalah satu hotel dibandung..sy tinggal dibandung..sdg mencari calon istri yg baik hatinya..insyaalloh yg mau taaruf bisa sms atau tlp 085720044905 atau pin bb 29d4af43..

    BalasHapus
  15. semoga segera mendapatkan jodoh yang terbaik..

    BalasHapus
  16. assalamualaikum, saya heni raflian umur 35th ingin membina suatu hubungan secara islam, kalau bisa saya ingin bertaaruf. saya mencari pria muslim yang bertanggung jawab, pekerja keras dan insya allah bisa mengimami saya 081399694020

    BalasHapus
  17. semoga segera mendapatkan jodoh.. amiin..

    BalasHapus
  18. assalamualaikum,,,
    maaf mau tanya,kalau di jodoh kan sma orang tua,tp wanita itu terpaksa karana pengen menyenangkan hati orang tua dan pengen jadi anak sholehah gmna?

    BalasHapus
  19. salah satu syarat sah menikah bagi calon suami/istri adalah keridoannya dlm menjalani rumah tangga atau dlm kata lain tidak ada keterpaksaan dalam menikah,

    jika si wanita ingin menyenangkan hati org tua, tunggu dulu... ini butuh perincian, selama org tuanya menjodohkan dgn seseorang yg benar2 baik din-nya/akhlaknya serta tdk ada tendensi apa2 terhadap si lelaki (misal: dijodohkan krn tendensi matrealistis, keturunan ningrat, dsb) maka sah sah saja, dan si wanita ini hrs membulatkan tekat untuk konsisten trhdap niatnya menyenangkan org tua, artinya boleh menikah dgn tujuan menyenangkan hati org tua, asal dia berkomitmen trhdp pilihan hidupnya dan mampu menjadi istri yg baik serta tidak mengungkit ungkit kpd suaminya tentang pernikahannya, misal: "aku menikahimu krn org tuaku/kalo saja aku tidak menuruti org tuaku aku gak mungkin nikah sama kamu, dsb", krn hal smacam ini akan menyakiti hati suami..

    intinya, kalo ikhlas birrul walidain dgn jalan ridlo trhdp pilihan org tua, mengapa ada redaksi "terpaksa?"

    BalasHapus
  20. Asalamualaikum. .
    Banyak orangtua yang melarang pernikahan disebabkan pasangan/repok kelahiranya tidak cocok, misal senin dan sabtu. Bagaimana islam memandang tradisi tersebut dan apa hukumnya?

    BalasHapus
  21. pusing gw kalau udah mikirin nikah,
    UDAH PUSING GW .
    3 HAL DIDUNIA.
    1.JODOH.
    2 REJEKI.
    3.MATI

    udah mati masih ada kehidupan lagi,.
    ujung2nya ANTARA SURGA DAN NERAKA.

    BalasHapus
  22. salam..
    sy mau nanya..dalam islam pacaran itu ngak ada,iya kan?atau lbh tepat islam ngak mengijinkan kita pacaran?kalu bisa sy mau tahu dalilnya.maksudnya dalil alquran atau hadis nabi..soalnya,sering aja mrk yg pacaran ngak percaya agama kita itu ngak bisa berpacar.tlg ya..mas..makasih yer..

    BalasHapus
  23. Posting yang sgt bagus..!! Saya mo tanya. Saya pacaran belum terlalu lama tapi saya berniat untuk menikah? Tp smkin dekat dg waktu yang saya rencana knp saya smkin ragu sma calon saya? Apa qr2 yang hrus saya lakukan?

    BalasHapus
  24. Dalam islam tidak ada kebaikan bagi wanita. Jika suaminya di dunia tidak selingkuh maka alloh nya akan memaksanya selingkuh dgn memberi 72 bidadari sebagai upah kesolehannya di dunia terutama teroris mati syahib. Tidak ada akhir yg indah bagi wanita muslim. Kalau bukan di dunia sakit hati maka di sorga itu pasti terjadi karena alloh sudah menulis di quran. Itulah ajaran yg kamu banggakan...tapi jika mau murtad maka islam akan memenggal kepalamu..itulah ajaran yg kamu banggakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, jangan sok tau :) yuk aku ajak belajar sejarah, banyak baca ya :)

      Hapus
  25. hanya orang kafir yang berputus asa dari rahmat Allah

    BalasHapus
  26. artikel yang menarik... terimakasih

    BalasHapus
  27. Sya sk bgt dg postinganya,sgt bmnfaat.oy sya mw tny.gmn iktiar mcri jdoh yg baik,sy orgny agk kuper sm lawan jenis / cow,sdgkn ktny kl mw cpt jdoh hrs byk bgaul.mksdny itu bgaul sm lwan jnis ato gmna? Dl sdh sring dknalin sm tmn2 sy tp gda yg co2k. Nah kira2 apa yg hrus sya lkukan sgb wnta utk mdpt jdoh yg baik slain bgaul dg lwan jnis?

    BalasHapus
  28. Sy adl cew yg kuper dg laki2, nah sy mw tny,bgmn mndptkb jdoh utk wnita sprti sy,sdgkn ktny klo mw cpt dpt jdoh hrs sring byk bgaul.bgaul yg sptti apa? Terima kasih sblmny

    BalasHapus
  29. Mau nanya:
    Aku mencintai seorang wanita, tapi dia gak begitu merespon saya. Tiap kali saya sms gak dibalas padahal smsnya terkait sebuah agenda dan dia akan balas sms ketika saya tulis di hostagenya segera konfirmasi gitu. kalau gak gitu dia gak akan balas sedangkan kalau selain saya dibalas memang dulu kayaknya saya pernah mengucapkan sesuatu yang mungkin gak suka dia. Apa yang harus saya lakukan? Apakah aku harus mempertahankan dia atau cari yang lain?

    BalasHapus
  30. Saya wanita 32 tahun. Bissmillah saya serius mncari jodoh. Saya hanya ingin taaruf. Saya mncari seorang laki2 yg bisa mnjadi imam dunia akhirat. Saya tdak mngutamakan wajah atw harta. Krena saya tdak berharta dan tdak cantik rupa . Pin bb saya 7e84ed14

    BalasHapus

Silahkan Ajukan Pertanyaan atau Tanggapan Anda, Insya Allah Segera Kami Balas

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Arsip Blog