Selasa, 26 Maret 2013

Banyak wanita yang mengalami keputihan dalam jangka waktu yang panjang,sehingga para wanita pada umumnya merasa khawatir dengan "keputihan "tersebut.

Perlu kita ketahui,bahwa Keputihan Tidak termasuk haid. Cairan putih sebab keputihan hukumnya najis, karena keluar dari dalam ms V . Untuk masalah shalat bagi wanita yang menderita keputihan, apabila cairan itu keluar terus menerus seperti orang beser, maka berlaku hukum seperti orang yang beser.  Cara yang harus dilakukan adalah dengan mensucikan kemaluan/ms.V setelah itu disumbat dengan pembalut atau kapas. Barulah kemudian berwudlu dengan menyegerakan shalat. Penderita keputihan dan orang yang beser tidak boleh menunda-nunda shalat setelah berwudlu, kecuali untuk kemaslahatan shalat seperti menjawab adzan atau menunggu jamaah. 

Referensi:

Hasyiyah Jamal II hal. 149

( قَوْلُهُ وَرُطُوبَةٍ فَرْجٍ ) هِيَ مَاءٌ أَبْيَضُ مُتَرَدِّدٌ بَيْنَ الْمَذْيِ وَالْعَرَقِ وَمَحِلُّ ذَلِكَ إذَا خَرَجَتْ مِنْ مَحَلٍّ يَجِبُ غَسْلُهُ ، فَإِنْ خَرَجَتْ مِنْ مَحِلٍّ لَا يَجِبُ غَسْلُهُ فَهِيَ نَجِسَةٌ ؛ لِأَنَّهَا رُطُوبَةٌ جَوْفِيَّةٌ وَهِيَ إذَا خَرَجَتْ إلَى الظَّاهِرِ يُحْكَمُ بِنَجَاسَتِهَا وَإِذَا لَاقَاهَا شَيْءٌ مِنْ الطَّاهِرِ تَنَجَّسَ
 
(pernyataan cairan dalam kemaluan) yaitu cairan putih yang ambigu antara madzi dan keringat.
Titik tekan masalah ini, yaitu ketika cairan itu keluar dari tempatnya yang wajib membersihkannya.
Apabila cairan itu keluar dari tempat yang tidak wajib dibersihkan maka dihukumi najis, karena hal itu merupakan cairan dari dalam. Apabila cairan itu keluar dari anggota dzahir, maka dihukumi najis. Apabila sesuatu yang suci bersentuhan dengannya maka menjadi mutanajis.

Minhaj al Tullab I hal 26

والاستحاضة كسلس فلا تمنع ما يمنعه الحيض فيجب أن تغسل مستحاضة فرجها فتحشوه فتعصبه بشرطهما فتطهر لكل فرض وقته وتبادر به ولا يضر تأخيرها لمصلحة كستر وانتظار جماعة

Istihadzah (darah penyakit) itu seperti orang yang beser, maka orang yang istihadzah tidak tercegah melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang haid. Maka wajib bagi seorang yang istihadzah untuk mensucikan farjinya, menyumpal dan membalutnya sesuai dengan syarat-syaratnya, kemudian berwudlu. Hal ini wajib dilakukan setiap akan menjalankan shalat fardlu dan bersegera menjalankannya. Mengakhirkan shalat (setelah wudlu) diperboleh bila untuk kemaslahatan seperti menutup aurat atau menunggu jamaah.

Wallahu a'lam..
Posted by Uswah On 3:51 AM 13 comments

13 komentar:

  1. keputihan itu penyakit dan wajiblah para wanita untuk melaksanakan sholat

    BalasHapus
  2. Kalo cairan it keluar pda sa'at sdang shalat, apkah shalat kita batal? Terus celana dlam yg terkena it bgaimana, apkah hrus d'ganti? Sdangkan kita sdang beraktftas d'luar rmah..
    Mhon pnjelasannya.
    Jazakumullah khair

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang bersuci harus sangat hati2, kalau keputihannya sangat banyak, maka cara solatnya seperti orang yang istihadoh sebagaimana dijelaskan di atas, jika celana dalam terkena cairan keputihan maka apabila akan solat maka cd-nya bisa dilepas..

      Hapus
  3. Artikel yang sangat informatif sekali..banyak membantu para wanita untuk lebih hati-hati dalam menjalankan ibadahnya terutama saat keputihan datang....terus menulis gan agar wanita muslimah terselamatkan dan tercerahkan pemahaman seputar fiqih wanita...salam kenal!!!

    BalasHapus
  4. klo dirumah bisa lepas cd klo kena cairan keputihan...tapi klo pas solat di luar rumah misalnya di tempat kerja atau pas di perjalanan dll... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana jika hal tersebut diluar sepengatahuan kita, sedangkan hal tsb jarang terjadi dan pada saat tersebut kita tidak membawa baju cadangan, apa kita tidak boleh melakukan sholat ?

      Hapus
    2. bagaiman jika hal tersebut jarang terjadi dan kita tidak membawa baju cadangan, apakah kita tidak diperbolehkan sholat ?

      Hapus
    3. keputihan bukan hal yang menjadikan tidak diperbolehkannya sholat, tetapi keputihan adalah najis yang tidak bisa menjadikan sahnya sholat sebelum bersuci, karna syarat sah sholat adalah suci dari hadas besar dan kecil ataupun najis

      Hapus
  5. Jadi wanita yang keputihan tidak perlu mandi wajib saat akan melaksanakan shalat ?
    Tapi bagaimana dengan seseorang yang telah berwudlu dan setelah itu melihat aurat orang lain baik itu muhrimnya atau bukan ? Apakah wudlunya batal ?
    Ditunggu jawabannya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. melihat aurot tidak termasuk perkara yg membatalkan wudlu

      Hapus
  6. yang pernah saya baca.semua cairan yang keluar dari dua lubang itu najis, kecuali mani..tp hal ini merujuk pada lubang anus dan kandung kemih..sedangkan pada keputihan,itu keluar dari rahim?kenapa najis?mohon penjelsannya.

    BalasHapus
  7. saya pernah mebaca..bahwa semua yang keluar dari dua lubang (dubur dan kandung kemih) hukumnya najis kecuali mani. hal itu merujuk pada dua lubang tempat keluarnya kotoran. untuk wanita ada 3 lubang, sedangkan keputihan, keluar dari lubang rahimknpa bisa najis? mohon penjelasan.

    BalasHapus

Silahkan Ajukan Pertanyaan atau Tanggapan Anda, Insya Allah Segera Kami Balas

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Arsip Blog